"When life gives you a hundred reasons to cry, show life that you have a thousand reasons to smile"

Senin, 02 Agustus 2010

Jebakan Hidrokarbon (Oil Trap)

Jebakan minyak (an oil trap) adalah sebuah area atau lapangan dimana minyak atau gas bumi terakumulasi dan terkonsentrasi dari suatu perjalanan atau migrasi. Suatu jenis jebakan juga harus impermeable, hal ini bertujuan agar menjadi perangkap yang efektif untuk keberadaan hydrocarbon itu sendiri. Contohnya pada batuan permeable reservoir seperti batupasir yang berpori atau limestone yang terdapat retakan.
Jebakan struktur harus ada sebelum proses generasi hydrocarbon berhenti. Untuk akumulasi gas dan minyak, perangkap dan reservoir harus dibutuhkan sebagai persyaratan geometry dan posisi relative untuk membentuk jebakan tersebut.
Jebakan-jebakan sebagai kejadaian gabungan yang cocok dari tipe batuan yang terdeposisi pada lingkungan pengendapan, contoh dimana batuan reservoir dari permeable passir sungai terperangkap oleh lempung yang mana terakumulasi pada rawa disekelilingnya. Pada kenyataannya kebanyakan jebakan terbentuk oleh kejadian sequence yang rumit. Empat hal kondisi yang penting untuk keterdapatan jebakan minyak atau gasbumi:

1. Batuan induk permukaan (A subsurface source rock)
Batuan yang membentuk gas atau minyak pada suatu waktu pada waktu geologi yang lampau.
2. Batuan reservoir bawah permukaan (A subsurface reservoir rock)
Batuan yang mana terisi oleh gas atau minyak sehingga dapat menghasilkan harga dengan cara yang efektif.
3. Jebakan minyak atau gasbumi (A trap or high point)



Suatu area dimana minyak atau gas terakumulasi dan terkonsentrasi dari suatu perjalanan atau migrasi . Suatu jenis jebakan juga harus impermeable, hal ini bertujuan agar menjadi perangkap yang efektif untuk keberadaan hydrocarbon itu sendiri.
4. Kecukupan kuantitas (Sufficient quantity)
Pada lokasi tersebut harus cukup minyak atau gas untuk memenuhi ekstraksi kebutuhan. Pada batuan reservoir harus memiliki minimum porosity. Permeabelitas dan ketebalan yang minimum, tergantung pada kondisi yang ada sekarang.




Jebakan-Jebakan (traps)

Sebuah jebakan kemungkinan terbentuk secara struktur oleh proses dari deformasi batuan yang terjadi karena pergerakan dari kerak bumi. Oleh karena itu jebakan akan menjadi poin tertinggi pada batuan reservoir dimana gas dan minyak terkonsentrasi pada lapisan batuan reservoir dan dicegah dari kebocoran keluar. Pada batuan jebakan reservoir, fluida tidak dapat bergerak lebih jauh dan akan terpisahkan berdasarkan dari densitas masing-masing. Gas akan bergerak ke bagian paling atas, minyak berada di tengah, dan air akan berada paling bawah.




Deformasi Batuan Sedimen
Kunci adanya jebakan dari minyak dan gas adalah untuk memahami interpretasi dari deformasi batuan sedimen. Dalam keadaan umum, batuan sedimen dapat dideskripsi sebagai endapan asli di tempat, lapisan horizontal disebut sebagai strata. Pengecualian pada batu gamping terumbu yang tumbuh. Batuan sedimen yang terusak dari orientasi asli horisontal. Ketika ketegangan diletakkan pada formasi batuan maka akan terbentuk:
• Bending into folds (figure 4.)
• Breaking along joints or faults (figure 5.)




Bentuk-bentuk deformasi batuan
Bentuk-bentuk yang paling umum dijumpai yaitu:
• Anticlines and Synclines
• Domes and Basins
• Faults and Joints
• Salt










Domes and basins
Sebuah dome atau kubah garam pada dasarnya berbentuk bulat atau elips antiklin sedangkan sebuah basin atau cekungan berbentuk bulat atau elips sinklin. Kedua struktur ini merupakan jebakan ideal untuk minyak dan gas.
Pada struktur domes atau kubah garam, batuan yang tertua berada di tengah, sedangkan pada cekungan atau basin batuan yang termudalah yang berada di tengah contoh:. Central and Southern Libyan anticline domes such as El Alamein.
Kubah garam adalah jebakan minyak bumi dan gas bumi karena merupakan poin tertinggi dari bentukan batuan reservoir. Sedimen seragam pada satu arah atau pada satu sisi pada sebuah lipatan yang sering dikenal sebagai monoklin atau homoklin.





Patahan (Faults)
Faults adalah patahan pada batuan yang mana pada satu sisi bergerak relative terhadap yang lain. Pergerakan batuan sepanjang patahan seringkali terjadi karena gelombang tegangan yang disebut gempa bumi.




Ketidakselarasan (Unconformities)

Batuan sedimen terdeposisi pada skala waktu geologi yang lalu ketika laut dangkal menutupi daratan. Ketika ketinggian muka air laut rendah dan dataran terekspose karna erosi, ketidakselarasan mengubur permukaan erosi, yang mana membentuk 2 macam tipe, yaitu :

a. Disconformity

Disconformity memilki waktu pembentukan yang pendek (10's to 10,000's tahun) patah pada deposisi sedimen. Disconformity adalah ketidakselarasan yang mana merupakan tipe terbaik yang terbentuk dari channel sungai purba yang terisi oleh pasir. Ini terbentuk selama periode geologi ketika daratan terekspose dan pergeseran sungai ke suatu area dan mengerosi channel ke batuan dasar. Channel kemudian terisi oleh pasir. Kemudian sejalan dengan waktu, lautan menutupi area mengubur channel sungai. Channel sungai tidak akan berubah bentuk menjadi yang lebih besar. Tetapi karena hal ini, disconformity meskipun batuan sedimen biasa, tidak akan menjadi bentuk yang besar, contohnya the Benghazi Plain atau Libya.






b. Angular Unconformity

Angular Unconformity pembentukannya tergolong lama yaitu sekitar 100 juta tahun. Sebuah angular unconformity merupakan permukaan paling tua yang mana lapisannya membentuk kemiringan sudut dengan lapisan yang ada di atasnya. Umumnya dibagi menjadi 4 macam dalam pembentukan ketidakselarasan ini. Seorang geologis menemukan ketidakselarasan saat mengebor, ketika formasi batuan diharapkan tidak ditemukan selama proses pengeboran sumur.




c. Unconformity Petroleum Traps

Apabila potesial reservoir dari batupasir atau batugamping termiringkan, tererosi datar oleh ketidakselarasan dan kemudian tertutup oleh lapisan batuan, yang mana bertindak sebagai perangkap seperti shale/serpih, maka jebakan akan terbentuk. Ketiga gas dan minyak terbentuk kemudian, maka akan terjadi migrasi ke suatu ruangan pada batuan reservoir hingga mencapai permukaan angular unconformity dimana migrasinya akan terjebak. Disinilah gas dan minyak bumi terakumulasi.



Akhirnya gambar 17 menggambarkan bahwa limestone juga bentuk yang ideal dari jebakan untuk minyak dan gasbumi. Kebanyakan minyak dan gas bumi yang terdapat di timur Tengah terjebak pada struktur limestone.







Sumber :
Link, Peter. K. 2001. Basic Petroleum Geology. Oil and Gas Consultants International, Inc. Tulsa.
North, F.K. 1985. Petroleum Geology. Allen & Unwin, Inc. USA
www.kingdomdrillingservice.com

Mohon Komentar dan saranya..sekira terdapat kesalahan dalam penyampaian dan penulisan...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar